Entri

Source : http://mboir.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-entri-populer-blog-dengan.html#ixzz1uqrwdhFE

Music

Rabu, 19 September 2012

Cara Meminta Maaf yang Jitu


Terkadang orang-orang merasa sangat menyesal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap orang lain, namun sulit untuk mengungkapkannya. Cara berikut memerlukan waktu lima menit dan hampir selalu berhasil.

Bersungguh-sungguh
Jangan mencoba untuk melupakan kesalahan Anda dengan sebuah alasan atau permohonan maaf yang lemah. Anda hanya akan menjadikan kesalahan semakin buruk.
Jadi, jangan katakan “Itu bukan hal yang besar,” “Saya tidak bermaksud melakukannya,” atau “Anda terlalu berlebihan”. Sebaliknya, katakanlah “Saya telah membuat kesalahan besar,” “Seharusnya saya tidak melakukannya,” atau “Saya seharusnya tahu mana yang benar.”

Akui kesalahan yang sebenarnya
Bagian terkecil dari sebuah kesalahan (melewatkan makan malam, komentar yang tidak pada tempatnya) merupakan sebuah gejala untuk dari bentuk perlawanan yang besar. Sebuah permintaan maaf yang baik mengungkapkan masalah yang maksud dengan menggunakan kata “karena”.
Jadi jangan katakan “Maaf, saya lupa tentang rencana makan malam kita”. Sebaliknya, katakanlah “Maaf, saya lupa rencana makan malam kita, saya sangat tidak sopan dengan membatalkan rencana kita pada saat-saat terakhir.”

Jangan bilang “tapi”
Satu kata itu dapat merusak permohonan maaf Anda. Itu adalah sebuah cara untuk menutupi kesalahan (“Maaf saya lupa tentang acara makan malam kita, tapi Anda seharusnya mengingatkan saya”).

Gunakan perkataan bukan dompet
Tidak ada yang dapat menggantikan sebuah kejujuran, memberi pasangan Anda bunga atau hadiah lainnya untuk permohonan maaf dapat diartikan sebagai sebuah sogokan. Hadiah tersebut mengungkapkan penyesalan Anda, tapi tidak menunjukkan bahwa Anda mengerti apa kesalahan Anda. Bila Anda ingin memberikan hadiah, lakukan itu nanti, hadiah itu akan lebih bermakna ketika diberikan dengan tulus.

Diambil dari “Fight Less, Love More: 5-Minute Conversations to Change Your Relationship without Blowing Up or Giving In”, oleh Laurie Puhn.

Fakta unik seputar Bra


Bra adalah pakaian dalam yang rumit. Tugasnya menyangga, membentuk belahan dan menggoda. Berikut adalah cuplikan fakta sejarah dari bra. 

100:  Jumlah rumbai bra yang menutupi dada Hera (dewi Yunani), yang dia pakai untuk mengalihkan perhatian Zeus dari Perang Troya dalam “The Iliad” karya Homer.

1858: Tahun ini, seorang wanita Brooklyn menemukan sebuah sisipan, yang terbuat dari gulungan kawat dan bantalan, untuk korset yang membuat dada terlihat lebih besar. Dia mengisi bantalan itu dengan kulit kayu, rumput atau rambut, yang dia yakini tahan keringat.

1950-an: Abad di mana miniset pertama untuk remaja dibuat.

1907: Tahun ini kata “brassiere” pertama kali muncul di majalah Vogue, sebagai referensi untuk pakaian dalam pembentuk payudara yang dipakai sebagai tambahan untuk korset. Empat tahun kemudian Macy’s membuka toko brassiere.

22: Umur aktris Clara Bow ketika dia tidak memakai bra di film “It” pada 1927. “Dadanya terlihat menonjol dengan itu,” ujar salah satu karakter dalam adegan ketika puting Clara terlihat melalui kemejanya.

1943: Tahun ketika produser Howard Hughes memberikan bra yang menonjolkan belahan dada untuk aktris Jane Russell setelah mengeluh di lokasi syuting “The Outlaw”, “Kita tidak cukup bisa mengeksplorasi payudara Jane saat syuting.”

45: 45 tahun kemudian Russel mengungkapkan di biografinya bahwa dia membenci bra yang diberikan Hughes yang tidak nyaman ketika dikenakan, melemparnya ke belakang ranjangnya dan sebagai gantinya mengenakan bra yang dia sempurnakan sendiri. Tapi bra yang dibuat Jane Russell, bra penopang, yang kemudian dikenal sebagai “bra yang menyelamatkan Hollywood.”

400: Sekitar 400 wanita yang memprotes kontes kecantikan Miss America 1968 dengan membuang barang-barang yang menurut mereka menyiksa kaum wanita — majalah Playboy, sepatu heels dan bra ke tempat sampah. Maksud mereka adalah untuk membakar semua barang-barang itu , tapi pihak kepolisian menghalangi mereka. Dari situ, muncul istilah “bra burning” atau membakar bra.

1977: Pada tahun ini, perancang-perancang ‘jock bra’ (sekarang dikenal dengan Jog Bra) terinspirasi untuk membuat bra dari bentuk dan fungsi jockstrap, celana dalam olahraga yang dikhusukan untuk melindungi alat kelamin pria.

1990: Tahun ini Jean Paul Gaultier merancang bra lancip untuk tur ketiga Madonna, “Blonde Ambition”.

Source: Allure Magazine

Arti Dari "Hompimpa-Alaium-Gambreng


Tahukah Kamu ,, Arti Dari "Hompimpa-Alaium-Gambreng" ? - Hompimpa atau hompimpah adalah sebuah cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah dengan menggunakan telapak tangan yang dilakukan oleh minimal tiga peserta. Secara bersama-sama, peserta mengucapkan kata hom-pim-pa. Ketika mengucapkan suku kata terakhir (pa), masing-masing peserta memperlihatkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas. 


Dalam budaya Betawi, hompimpa dilakukan dengan lagu berlirik "Hompimpa alaium gambreng. Mpok Ipah pakai baju rombeng". Pemenang adalah peserta yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari para peserta lainnya. Ketika peserta lainnya sudah menang, peserta yang kalah ditentukan oleh dua peserta yang tersisa dengan melakukan suten

Tapi Selama Ini Anda tahu tidak Maknanya ??? Ini dia Makna nya

Kalimat "Hongpimpa Alaium Gambreng" Itu Bermakna "Dari Tuhan Kembali Ke Tuhan, Mari Kita Bermain !!!"


9 Hal yang di lihat dengan hati-hati oleh wanita japan saat mencari suami

“Aku suka kepadanya… tapi apakah ia cocok untuk menikah denganku?” Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling penting yang ditanyakan oleh wanita Jepang pada dirinya sendiri saat memilih pasangan seumur hidup. Pernikahan dapat menjadi suatu hal yang membingungkan bahkan dalam situasi yang terbaik, jadi sangat penting untuk memastikan kita membuat pilihan yang tepat saat memilih pasangan untuk menghabiskan sisa hidup kita.
Otome Sugoren, sebuah situs yang menampilkan artikel tentang cinta, hubungan dan pernikahan, membuat sebuah survei untuk para pembaca wanitanya dan mendapatkan hasil seperti di bawah ini. Wartawan yang menyusun info dan menulis artikel ini adalah juga seorang wanita Jepang, sehingga kita dapat merasa yakin dengan keaslian hasil yang didapat. Berikut ini adalah 9 hal yang dilihat oleh wanita Jepang saat mencari pasangan hidup yang cocok :

  1. Apakah ia mempunyai “mother complex”? – Jika ia lebih mengutamakan ibunya dibanding cinta dalam hidupnya, itu adalah suatu hal yang sangat berbahaya. Tidak ada wanita yang mau dinomorduakan oleh suaminya yang lebih memilih ibunya setiap saat. Jika kita menikahi pria seperti itu, bisa-bisa kita harus berhadapan dengan cerewetnya ibu mertua kita yang terus menerus menentukan apa yang harus kita perbuat. Seorang pria harus telah merdeka dari ibunya untuk dapat menikahi seorang wanita Jepang.
  2. Apakah masih ada sisa dari hubungan-hubungan masa lalu? – Salah satu tanda masalah dalam pernikahan adalah ikatan-ikatan yang belum terselesaikan. Mantan kekasih seharusnya disimpan di dalam ingatan di suatu tempat saja, jauh di luar jangkauan yang dapat membahayakan. Tidak boleh ada kontak sama sekali dengan mereka, bagaimana pun jujurnya bentuk kontak tersebut, karena pastinya bakal ada kesalahpahaman.
  3. Apakah ia suka berjudi? – Jika ia memiliki hutang-hutang yang disembunyikan dan tidak dapat menahan diri dari berjudi, waspadalah! Seorang pria yang cukup mudah terbawa suasana untuk membahayakan kondisi finansialnya harus diwaspadai. Beberapa wanita dalam survei menyatakan bahwa mereka akan menutup mata jika kerugian yang ditimbulkan dari berjudi masih dalam batas minimal, katakanlah sekitar 200 dolar setiap bulannya.
  4. Bagaimana perangainya setelah minum-minum? – Perilaku yang tidak normal setelah minum-minum, terutama kekerasan fisik sangat tidak bisa ditoleransi. Jika ia berubah menjadi monster setelah minum-minum maka lupakan saja! Beberapa wanita merasa bahwa kehilangan kendali diri adalah hal yang tidak dapat dimaafkan. Jika ia minum-minum untuk menghilangkan stres, maka sebaiknya ia berolah raga saja.
  5. Apakah ia hidup di dalam batas kondisinya? – Jika ia harus mengendarai mobil mewah yang tidak dapat ia beli, atau harus membeli barang-barang bermerek yang harganya berada di luar jangkauannya, maka saatnya kita untuk berpaling darinya. Jika kita menikah dengannya, artinya kita pasti akan selalu harus bergelut sangat keras untuk memenuhi kebutuhan kita. Satu pengecualian adalah jika ia memiliki sebuah barang mewah yang cocok dikenakan olehnya dan ia jaga baik-baik, itu artinya ia sangat berhati-hati dengan barang-barang yang bernilai untuknya.
  6. Apakah ia memiliki niatan untuk membantu pekerjaan rumah, atau menolong anak-anaknya saat dibutuhkan? – Jika ia menganggap bahwa pekerjaan rumah adalah pekerjaan untuk wanita, maka ia masih hidup di jaman kegelapan. Ia harus menunjukkan bahwa ia memiliki keinginan untuk membantu saat berada di rumah. Bahkan meskipun ia masih tinggal di rumah, akan sangat bijaksana untuk menunjukkan bahwa ia memiliki keinginan untuk membantu tinggal di rumah yang bersih, menyantap makanan yang layak dan mengenakan pakaian yang bersih.
  7. Apakah ia masih memiliki setumpuk figur manga yang ia sembunyikan di lemarinya? – Otaku seperti itu masih dirasa sangat berlebihan oleh wanita. Banyak wanita yang masih merinding memikirkan bahwa calon pasangannya mempunyai tingkat keranjingan seperti itu. Jika ia tidak dapat hidup tanpa figurin-figurin tersebut, ada baiknya ia mengeluarkannya dari lemari sehingga sang wanita dapat merasa terbiasa melihatnya – atau bahkan lambat laun mulai menghargai nilai dari figurin-figurin tersebut.
  8. Apakah ia dapat melewati masa-masa sulit? – Jika ia tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya apakah ia memiliki tabungan untuk melanjutkan hidup? Keadaan ekonomi yang sedang sulit bukan merupakan hal baru, namun kondisi seperti itu tidak dapat diharapkan untuk membaik dengan tiba-tiba. Wanita butuh seorang pria yang merencanakan masa depannya dengan realistis dan memiliki rencana B jika rencana A tidak berjalan seperti semestinya.
  9. Apakah ia punya masa lalu yang ia sembunyikan? – Jika ia pernah menikah sebelumnya, memiliki seorang anak dan menyembunyikan fakta tersebut, maka kita dapat mengucapkan selamat tinggal padanya. Menyembunyikan fakta sepenting itu hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan. Saat dua orang mencoba untuk saling mengenal satu dengan lainnya, kita harus menumbuhkan rasa saling percaya. Seorang pria dapat memutuskan kapan harus mengungkapkan fakta seperti itu hingga tidak akan merusak kepercayaan.
Sebagai informasi, merupakan hal yang lumrah di Jepang bagi seorang pria atau wanita lajang untuk tinggal dengan orangtuanya sampai saatnya mereka menikah. Juga merupakan hal umum bahwa wanita menjadi pengatur keuangan dalam sebuah pernikahan. Sepertinya apa yang diinginkan para wanita Jepang ini adalah hal yang lugas dan jujur, dan sangat masuk akal pula bukan?
source : en.rocketnews24.com

Next Prev home